Banyak pengguna ketar-ketir dengan kemampuan
smartphone-nya dalam menjaga data dan informasi aman dalam perangkat. Sadar akan hal itu, sebuah
gadget dengan fitur keamanan tinggi, Blackphone, akan dilepas di gelaran Mobile World Congress (MWC) pada Februari.
Smartphone ini lahir berkat kerjasama antara Silent Circle dan Geeksphone. Blackphone merupakan
smartphone berbasis Android versi keamanan bernama PrivatOS yang beroperasi secara indepeden.
Dilansir
Slashgear, Kamis (16/1/2014), dengan mengadopsi PrivatOS, pengguna dijamin akan lebih aman untuk melakukan berbagai kegiatan di
smartphone. Blackphone juga mendukung SMS, olah berkas, penyimpanan, dan panggilan video secara aman.
Sayangnya,
perusahaan belum mengungkap spesifikasi dari Blackphone berserta harga.
Namun, Anda bisa mengunjungi situs resminya untuk memperoleh informasi
terbaru terkait
smartphone Blackphone.
Android Tak Aman
Seiring dengan popularitasnya yang kian menanjak,
smartphone yang
beredar di pasar pun tak luput dari serangan. Sejumlah pihak yang tidak
bertanggungjawab terus berupaya mencari celah keamanan untuk
melancarkan aksi kotornya.
Bukan hanya ancama dari pihak luar,
bahkan Google sempat menghapus fitur privasi Android dengan sengaja
beberapa waktu lalu. Padahal, fitur ini dibuat untuk menangkal masuknya
aplikasi yang dapat mengumpulkan informasi pribadi seperti daftar kontak
dan lokasi pengguna.
Masalah ini terungkap pada sistem operasi
mobile besutan Google versi 4.2.2. Merespon tuduhan ini, raksasa
pencarian itu berdalih, fitur terhapus karena sebuah insiden.
“Kami
meragukan penjelasan itu, dan dengan alasan apa pun bukan berarti boleh
menghapus fitur itu,” kata Technology Projects Director dari Electronic
Frontier Foundation (EFF) Peter Eckersley.
Lebih lanjut Eckersley mengatakan, agar pengguna
smartphone terbebas dari ancaman keamanan itu, ia menyarakan pengguna untuk memperbarui sistem operasi ke Android 4.4.2 (KitKat).
Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), Android terpasang pada 81 persen
smartphone di seluruh dunia. Sementara iOS hanya mencatatkan pasar 12,9 persen.
Privasi dan keamanan pada
smartphone menjadi
fokus utama. Pada November 2013, Google menyepakati membayar ganti rugi
sebesar USD17 juta atas tuduhan menggunakan file digital khusus yang
dimanfaatkan untuk melacak prilaku pengguna smartphone saat mengakses
peramban.
Source :
DISINI